Monday, June 05, 2006

Brasil - New Zealand (4-0)

Kemarin sore (5 Juni 2006) ada pertandingan bola persahabatan antara tim piala dunia Brasil dengan tim nasional New Zealand di Stade de Geneve a la Praille. Kebetulan stadion ini tempatnya kira2 10 menit jalan kaki dari rumah kita. Jadi deket banget. Walaupun pertandingannya baru mulai kira2 jam 6:00 sore, orang2 sudah mulai dateng dari tengah hari. Begitu juga pagar pengaman disekitar stadion sudah dipasang dari 2 minggu yang lalu.
Semakin sore semakin banyak orang yang dateng. Warna kuning hijau --warnanya Brasil-- terlihat dimana-mana, rasanya wajar soalnya memang komunitas brasil di geneva lumayan besar. Orang2 non-Brasil juga kebanyakan memilih memakai baju timnya brasil soalnya dianggap lebih cool ;) memakai baju tim juara dunia dibanding tim yang menurut FIFA urutannya masih dibawah tim nasional negara tercinta Indonesia sekalipun. FYI, Indonesia ada diurutan 110 sedangkan NZ ada diurutan 118.


Photo 1: pengamanan ketat utk masuk ke stadion

Saya sendiri nggak nonton langsung distadion, cuma nyempetin diri nengok sebentar kesana motret2 penonton sepak bola. Pendukung Brasil jelas lebih memonopoli suasana.

Photo 2: pendukung Brasil

Dari pertandingannya (nonton di TV) keliatan jelas kalo kedua tim memang bukan dari kelas yang sama. Ampir 80% dari total 94 menit pertandingan, tim brasil menguasai pertandingan. Bola seringan berada didaerah pertahanan NZ. Kalau bukan karena kipernya, Moss, yang jungkir balik mempertahankan gawangnya, sebetulnya tim NZ bisa kalah lebih banyak gol. Moss sering keliatan frustasi terhadap temen2nya terutama pasukan defenders yang gampang banget kelolosan penyerang2 Brasil.

Tapi sebetulnya, ada 2-3 kesempatan emas tim NZ yang sempat mengancam pertahanan Brasil, tapi yah sayang mereka nggak cukup lucky. Kalo saja skor terakhir 4-2 atau 4-3 utk Brasil, NZ masih boleh berbangga bisa menyarangkan gol di gawang lawan. Tapi sayang biar bola masih bundar Brasil punya jauh lebih banyak pemain2 kelas top dunia.

Friday, June 02, 2006

RS4 hmmmmm....... yummy


nyiammmmm nyammm nyammm nyammm..... 420 horse power


phewwww a trully beauty

hmmmmm 13liter/100Km.....

huuuuuuuu...... harganya oy!

I want to break free!!!

Masih inget lagu I want to break free dari grup Inggris, Queen?

Vokalisnya, Freddie Mercury emang sudah meninggal taun '91, tapi sampe sekarang fans-nya dari seluruh dunia nggak pernah lupa sama hit2nya grup ini terus sama gaya flamboyannya si Freddie tea'.


Disamping, photo patung Freddie Mercury di Montreaux Switzerland. 2 minggu lalu kita jalan2 kesana nganterin Khun Laddawan sama adeknya yang lagi berkunjung kesini (utk beli coklat dan jam tangan Swatch --apalagi). Eh pas lagi jalan2 di pinggir danau pas mau ngasoh saya ngeliat patung ini.

'Eh patung si Freddie nih' dalam hati. Langsung aja saya panggil istri, 'Wat wat... eh ada patung si Freddie Queen nih, ambil photonya wat, buat ditaro di blog'. Istri yang selalu equipped sama digital camerya langsung beraksi, maksud saya ngambil photo bukan bergaya didepan patung ;)

Sebetulnya saya nggak tau alesan kenapa disini --dipinggir danau Leman di Montreaux ini-- dipasang patungnya FM. Alasannya mungkin karena kota ini dianggap sejajar dengan kota Cannes di Perancis untuk urusan seninya, mangkanya pemerintahnya mutusin utk bikin patung Freddie musisi top yang lagu2nya banyak mempengaruhi grup2 lain. Mungkin juga alasannya karena tiap taun ada Montreaux Jazz Festival yang ngetop itu digelar dikota ini. Mungkin.

Sunday, May 21, 2006

I'll be right back

guys, sorry nih gue lagi sibuk sama kerjaan jadi nggak nulis2 udah 2 minggu ini. Jangan kawatir, sebentar lagi gue posting tulisan baru...

Ciao,
tata

Tuesday, May 02, 2006

Online Dictionary

Lagi belajar bahasa Inggris, Perancis, Italy, Spanyol? Atau lagi belajar semuanya? Untuk rata-rata orang Indonesia bahasa Inggris adalah bahasa asing pertama yang diperkenalkan/dipelajari. Gut feeling aja nih saya sih nggak punya data pastinya. Mungkin sekarang bahasa China juga sudah mulai banyak dipelajari, memang belum disekolah-sekolah dasar atau menengah tapi kalo kursusnya mah kayaknya udah mulai banyak.
Selain masalah grammar, vocabulary adalah masalah kedua atau bisa jadi yang terbesar sewaktu belajar bahasa asing. Buka kamus dan mencari arti sebuah kata sering membutuhkan motivasi dan kesabaran yang tinggi, terutama kalau kamusnya tebal (kayak bantal). Nah biar cepat ada solusinya: online dictionary. Menurut pengalaman pribadi ada 2 online dictionary yang sangat membantu:

1. Kalo lagi belajar bahasa Inggris bisa pakai CAMBRIDGE Dictionaries Online di http://dictionary.cambridge.org/. CDO, gampang dipakenya, anda tinggal tulis vocab yang lagi dicari terus click look up button. Nggak lama engine-nya bakal nampilin arti kata tadi beserta contoh2 kalimat. Note: Arti ditampilkan dalam bahasa inggris --bukan bahasa Indonesia.
Selain itu dengan CDO kita juga bisa menterjemahkan kata2 dalam bahasa Perancis atau Spanyol ke bahasa Inggris. Sama, contoh2 kalimat juga akan ditampilkan beserta arti kata yang dicari.


2. Yang kedua, Word Reference. Kamus online ini sangat membantu saya waktu belajar bahasa Perancis dan Itali. Dengan 1 website kita bisa menterjemahkan kata2 dalam 5 bahasa (Portugal, Itali, Perancis, Inggris dan Spanyol). Sayangnya website ini tidak mempunyai fungsi untuk mencari konjugasi, yang paling tidak dalam bahasa Perancis dan Itali sangat penting. Seperti juga bhs latin lainnya, kedua bahasa terakhir tadi terhitung sangat berat/susah grammar-nya, jauh lebih berat ketimbang bahasa Inggris. Kata benda, sifat, kerja dan artikel bisa berubah tergantung dari subyek dan waktunya. Contohnya kalau dalam bahasa Indonesia kita kita bilang 'Saya makan', 'Ibu makan', 'Mereka makan' bahasa Perancis dan Itali punya cara sendiri:


Perancis (present)
je mange
tu manges
il mange
nous mangeons
vous mangez
ils mangent

Itali (indicativo presente)
(io) mangio
(tu) mangi
(lui/lei) mangia
(noi) mangiamo
(voi) mangiate
(loro) mangiano

Ini baru present, gimana kalo past tense, future dll dll? Yah, kata2nya akan berubah lagi. Susah yah? Well, tergantung, kalo anda memang punya motivasi yang tinggi atau terpaksa (kayak saya), anda bisa jadi malah menikmatinya. Yang pasti, saya yakin kalo bahasa Indonesia itu adalah bahasa termudah didunia.

...
...
(terang aja, gue-kan orang Indonesia, jadi gampang aja ngomong begini)

Monday, May 01, 2006

Paleo Festival Tahun 2001

Paling enak emang kalo udah mau dekat musim panas. Udara udah nggak terlalu dingin lagi. Pohon-pohon juga udah mulai banyak daunnya lagi. Terus, taman2 juga udah mulai ditanamin dengan pohon2 yang bunganya bagus2. Memang sih kadang masih hujan, kadang angin gunung yang dingin masih suka datang. Tapi umumnya udara udah jauh lebih bersahabat dibanding musim dingin.

Musim panas identik dengan musim festival musik. Mulai dari Juni sampai akhir Agustus, seperti juga di negara2 Eropa lainnya, di Swiss digelar puluhan festival musik --ada yang gratis ada yang bayar. Salah satu yang ngetop dan yang ditunggu-tunggu di Swiss Roman adalah Paleo Festival di kota Nyon, Vaud.

Pertama kali saya pergi ke Festival Paleo 5 tahun yang lalu dengan temen2 kantor. Waktu itu band-band besar yang konser ada Placebo, Pulp, Ash, Ben Harper dan beberapa band dari Perancis. Ash ngebuka konser hari itu awal banget, jam 4:30PM udah jreng nyanyi, kita nyampe ditempat telat 15 menitan gara2 susah nyari tempat parkir. Dari mulai turun dari mobil saya udah nggak sabar soalnya musiknya mereka udah kedengeran. Tapi nggak nyesel kok, soalnya didalam, setelah desek sana sini saya akhirnya nyampe juga ke barisan ke-3 --lumayan deket dengan panggung. Nama Ash memang lagi besar2nya di Eropa waktu itu. Grup asal Irlandia ini waktu itu baru aja ngerilis album Free All Angels sebulan sebelumnya, hit2nya masih anget dikepala orang2 yang nonton.

Di Paleo festival ada 4-5 panggung yang menggelar konser pada sa'at yang bersamaan dengan 1 panggung utama. Jadi kalo misalnya kita bosen sama satu grup bisa langsung pindah ke panggung lainnya. Jarak antara panggung yang satu sama yang lain juga paling2 20-30 meteran. Nggak usah kawatir, suara dari panggung yang satu nggak ngeganggu tempat yang lainnya kok. Selain itu disekitar panggung2 tadi tersedia macam2 tempat makan, mau chinese food, makanan africa, burger sampai kios yang jualan susu doang ada. Semua ini --panggung, tempat makan-- ada ditempat lapangan yang lumayan besar.

Selesai Ash, kita pergi ketempat makanan India, makan 'nan' sama curry ayam... hmmm... lumayan ngisi perut yang udah mulai kosong. Abis itu sembari nungguin Pulp yang bakal ngisi panggung utama tempat Ash main tadi, saya sempat nonton Mc Rae sama Le Peuple de L'Herbe. Kira2 jam 7maleman Pulp mulai konsernya. Kali ini gue udah nangkring di first row.... Nggak mau rugi dong.

Thursday, April 20, 2006

Lagu yang tak pernah mati

I can feel it coming in the air tonight
Oh Lord....

Kadang enak juga denger lagu2 lama. Saya lagi berbaring santai ditempat tidur sama Annisa dan istri sembari dengerin radio. Istri lagi kecapean soalnya tadi siang ngajak Annisa main ke taman Bastion. Annisa dan saya nyari lagu2 yang enak pakai remote control. Dapet lagu Phil Collins di radio Nostalgia yang membawa pikiran saya balik keawal tahun '80-an --jaman2 'perjuangan' , jaman adolesence, jaman 'baru gede', akhir SMP awal SMA.

Ada 2 masa yang masuk balik ke pikiran saya sewaktu mendengar lagu tadi sembari menutup mata, berusaha untuk menangkap lebih lengkap kejadian2 yang lewat pada waktu itu. 20-an tahun yang lalu --kira2.

Yang pertama, teringat keluarga sepupu yang tinggal didaerah Pakubuwono Kebayoran. Dari jaman dulu mereka memang penggemar Genesis mulai dari generasi Peter Gabriel sampai Phil Collins menjadi lead singernya. Om-om dan sepupu2 kita yang lebih tua memang mempengaruhi selera musik kita, yang akhirnya lagu2 Genesis, Phil Collins dan 1 hit dari Tony Bank ('Is this love') jadi ikon dengan masa SMP-SMA kita.

Apa kabar mereka sekarang yah? Sudah lama nggak ketemu. Lebaran bareng terakhir 8 tahun yang lalu.

Itu kenangan yang pertama, yang kedua, saya jadi teringat temen SMA, penggemar Phil Collins: MT Firdaus a.k.a. Daus. Satu dari sedikit orang yang saya panggil teman. Sebetulnya saya orang yang gampang untuk dekat dengan orang lain dan cukup approachable tapi ternyata nggak banyak orang yang pernah deket dengan saya akhirnya jadi teman.
Sempat kos bareng di Depok kurang dari setahun akhir '88 sebelum akhirnya kita sibuk masing2, pindah kos, lulus kuliah, kerja dan jarang kontak sampai akhirnya kita ketemuan lagi tahun 2003 waktu saya dan keluarga liburan ke Jakarta.

Memori... memori.... memang bener kata orang kalau wangi2an (=fragrance) dan musik (=sound) bisa membawa kita balik kebelakang, ke ruang dan waktu kita denger be-bunyian atau mencium we-wangian tadi yang terjadi bersamaan dgn periode penting dlm hidup kita.

Selamat bernostalgia.....

Tuesday, April 18, 2006

Nyiapin TOEFL bag. 2

Untuk nambah vocabulary baru dan advanced, saya baca artikel2 dari majalah bisnis yang difotokopi dikantor. Dari situ saya bikin daftar kata2 baru atau kata2 yg kurang jelas beserta artinya. Dari semua kata2 yang sudah saya catet, ternyata alo saya liat2 ada 3 kelompok kata: Satu, Kata2 baru yang belum pernah saya denger/baca sebelumnya. Contohnya: Voracious, yang artinya menurut Cambridge Dictionaries Online (http://dictionary.cambridge.org/) adalah very eager for something, especially a lot of food. Contoh kalimat dengan kata ini: He has a voracious appetite (= he eats a lot). Daus is a voracious reader of Ani Arrow novels (= He reads a lot of them eagerly and quickly). Contoh lainnya: scuffle: a short and sudden fight, especially one involving a small number of people. Contoh kalimat: Two police officers were injured in scuffles with fans at Sunday's National Football League contest. Kelompok kedua, kata yang sering atau sudah beberapakali denger/baca tapi karena males buka kamus artinya nggak begitu jelas di kepala. Atau gampangnya pas ketemu kata ini, saya cenderung liat konteks kalimatnya terus ngira2 sendiri apa artinya. Kadang benar tapi lebih sering salahnya (Hihihi). Contohnya: leverage, backlash dan overrun. Leverage udah tau artinya soalnya bos2 seneng banget make kata ini kalo di-meeting (Nah ini salah satu kata yang gue masukin ke list nya). Kata Backlash (bukan Backless yah)saya nggak terlalu ngeh artinya. Ini hasil me-reka-reka yang idenya sebetulnya nggak jauh beda dengan arti sebenarnya. Saya tebak2 BACK artinya kan berbalik yah terus LASH itu dipecut kan? nah kira2 pecutan balik atau action seperti itu lah. Arti sebenarnya taunya 'reaksi keras' (nggak jauh bedakan. Apa jauh?). Yang terakhir kata overrun tadinya saya pikir artinya dilindes eh taunya yang bener tuh: If unwanted people or things overrun, they fill a place quickly and in large numbers. Contohnya: Rebel soldiers overran the embassy last night. Our kitchen is overrun with cockroaches. Kelompok kata terakhir, kelompok kata2 yang artinya udah tau tapi saya penasaran dengan arti baku-nya --dalam bahasa Inggris. Contoh: painstakingly, ensue, reinstate dll. Selain 3 kelompok tadi, yah kelompok kata2 yang semua orang udah tau artinya. Untuk kata2 ini saya nggak bikin list khusus karena emang udah terlalu apal banget. Contohnya: apple, car, joker, airhead--hihihi. Voila, Ternyata, belajar kata2 baru bahasa Inggris tuh bisa menarik dan nggak ngebosanin. Paling nggak sekarang saya bisa lebih ngerti banyak artikel yang dulu mau mulai bacanya aja udah males. Apalagi sekarang punya target dapet score TOEFL yang adequate untuk sekolah lagi (eh buka kartu nih :D) OK itu dulu deh... udah jam 11:00 malem nih. Ciao. Bon nuit.

Sunday, April 16, 2006

Nyiapin TOEFL

Udah beberapa minggu terakhir ini gue sibuk nyiapin TOEFL. Utk apa sih? ntar deh gue ceritain di artikel yang lain. Minggu ini mumpung lagi weekend panjang banget nih --4 hari-- ngga gue sia2in. Selain beres2 rumah, main sama Annisa dan belanja migguan sama istri, dari Jumat kemarin gue banyak baca buku2 yang udah dibeli.

Dari 3 buku yang gue tulis di 'Beli Buku' --April 2, 2006-- satu per satu udah mulai gue baca. Yang pertama itu buku Advanced English Vocabulary in use dari Cambridge. Eh menarik juga yah bukunya. Model materinya juga nggak kayak biasanya. Bukunya tuh terdiri dari 108 chapter (gleg, banyak banget ya'). Tiap2 chapter terdiri dari 2 halaman (phewww. alhamdulillah nggak kepanjangan). Halaman kiri teori terus halaman kanan exercise. Tiap chapter begitu. Sampe hari ini gue udah belajar sampai chapter 16. Lumayan yah. Ntar malem rencananya mau baca 2 chapter lagi.

Buku yang ke-2 buku TOEFL preparation dari Barron's. Bukunya tebeeeeel banget. 740 halaman jek. Gile banget. Tadinya gue bingung mau mulai dari mana bacanya. Gue mulai dari halaman satu bikin gue down banget, abis bla-bla-bla-nya panjang banget buku ini. Masa sampe halaman ke 40 masih belum ngomongin materinya? Gue musti sering2 ngingetin diri gue utk keep on fighting. Maju terus pantang mundur. Cape' juga, akhirnya gue balik ke indexnya lagi langsung cari chapter yang menarik terus lompat ke situ. Sekarang gue lagi baca chapter 'Structure'. Dari sini gue belajar kalo Bhs Inggris tuh juga punya Subjunctive.

Buku yang ketiga sebetulnya bukan buku reference tapi kamus. Bukan kamus Bhs Indonesia-Inggris-Indonesia, tapi kamus sinonim dan antonim. Penting kalo mau tau kata2 yang artinya sama atau ampir sama. Gue rekomendasi kamus ini kalo anda sering nulis dalam bahasa Inggris.

Selain ke 3 buku tadi, untuk reading exercise sama nyari advanced vocabs gue minjem majalah2 dari kantor kayak Harvard Business Review, Newsweek, BusinessWeek etc. Kadang2 dimajalah ini banyak kata2 yang sering muncul berulang-ulang yang artinya gue gak ngerti tapi males banget buka kamus nyari artinya. Tapi berhubung sekarang gue lagi nyiapin TOEFL, gue jadi rajin buka kamus online dari Cambridge. Paling nggak sekarang rasa percaya diri gue tambah tinggi untuk baca artikel di HBR yang emang materinya aja sering njlimet.

Gue masih belom register untuk test TOEFL, targetnya sih Juli ini udah musti ikut test. Ntar deh hari selasa gue telepon test centernya.

A plus.
Tata

Monday, April 10, 2006

Tiga-tiga!!!

Kemarin minggu sore, saya ngebantuin istri masak makan malem. Nggak banyak sih kita masaknya, cuma bikin bakwan jagung. Istri minta saya ngegoreng didapur, soalnya dia musti nyuapin Annisa yang makannya rada susah akhir2 ini diruang tivi. Istri sebelumnya ngajarin saya gimana caranya ngambil adukan bakwan terus ditaruh dipenggorengan yang minyaknya udah panas. Gak boleh kebanyakan gak boleh kedikitan, cukup kira2 sesendok makan muncung.

Saya didapur sendirian, sembari masukin adonan bakwan ke penggorengan, dalam hati saya ngitung berapa bakwan yang bisa digoreng sekali masak di wajan yang nggak gede ini. Maksimum bisa 5. Secara gak sadar, saya itung berapa yang udah dimasak Wati sebelumnya sama yang masih jadi adonan. Total kira2 ada 20-an bakwan, yah kira2 10 untuk wati 10 untuk saya.

Waktu ngitung dikepala tadi, tiba2 aja saya senyum sendirian, jadi inget waktu masih tinggal sama orang tua di Bekasi waktu masih SMP sekitar pertengahan tahun '80-an. Dulu itu, kalo kita makan malem atau makan siang, saya atau salah satu ade' saya otomatis langsung ngitung ada berapa potong sate atau lauk apa aja yang temasuk mewah. Yah sate ayam/kambing memang termasuk mewah utk kita. Total sate terus dibagi 7 --ayah, ibu dan kita berlima waktu itu. 'Tiga-tiga!' teriak salah satu dari kita, kalo satenya ada 20 tusuk, ini berarti ada satu orang yang cuma kebagian 2 tusuk. Atau 'Lima-lima!' kalo pas lagi tanggal muda, dan kita beli satenya banyakan.

Ibu kita sering bilang, keadilan memang harus dijaga dikeluarga termasuk berapa potong sate yang kita makan, soalnya kalo ngga adil perang dunia ke-3 pasti udah meletus dari jaman dulu. Kalo beli kue juga begitu, potongannya harus sama besar atau paling ngga ukurannya nggak boleh terlalu beda satu dengan yang lainnya. Alasannya sama, kalo ngga adil kita berlima (cowo' semua) bisa langsung ribut, protes.

Sekarang, 20 tahun kemudian, kita udah ampir nggak pernah lagi ngitung berapa jatah sate, bakwan atau lauk 'mewah' lainnya yang jadi bagian kita. Semua itu sekarang cuma kenangan yang sering jadi bahan becandaan diantara kita kalau lagi ngumpul bareng2. Saya bersyukur karena keluarga kita, walaupun sering melewati masa 'pas-pas-an', bisa tetap survive malahan beberapa dari kita udah jadi orang (nggak monyet keling lagi --keling karena kelamaan nunggu mikrolet di pinggir jalan). Beberapa dari 6 ade' saya sekarang ada yang masih sekolah dan ada juga yang baru memulai karirnya. Mudah2an mereka selalu tegar dalam hidupnya dan selalu percaya bahwa kerja keras itu bisa merubah semuanya.

Geneva, 10 April 2006

Monday, March 27, 2006

Untung aja....

Pernah gak elo bilang 'Uh untung aja gue nggak pergi, kalo pergi bisa-bisa ...' (ganti '...' dengan kejadian buruk, contohnya 'keujanan soalnya ujan gede banget', 'kena tilang soalnya ada Operasi Zebra', 'kena macet soalnya ada demonstrasi di bunderan HI' dll).

Gue sendiri pernah, bbrp kali. Contohnya, waktu di Jakarta gue mau banget kerja di salah satu perusahaan IT dari US, gue udah jungkir balik coba ngelamar, tapi surat lamaran gue nggak pernah ditanggapin, padahal gue skillful dan berpengalaman sama produk mereka. Contoh kedua, masih di Jakarta, gue pingin banget kerja di consulting yg nge-top dari US juga. Walaupun gue berhasil ngelewatin bbrp wawancara di dua consulting top (=The Big Five), lagi2 nasib jelek, gue nggak diterima. Sedih, kesel, marah semua nyampur jadi satu.

Tahun '97 adalah tahun yang nggak bakal dilupain banyak orang Asia, apalagi orang Indonesia. Tahun krisis ekonomi, yg bikin banyak perusahaan gulung tiker. Nah 2 dari 3 perusahaan tadi rasionalisasi besar2an pegawainya (=lay off). Waktu gue tau mereka mecat pegawai2nya, gue bersyukur, 'Untung aja gue nggak kerja disitu, soalnya, bisa2 gue jadi pengangguran'. Yah untung aja, jadi pengangguran kan nggak enak apa lagi jaman krismon. Untung aja gue 'cuma' kerja di consulting kecil yg nggak ngetop, tapi perusahaan ini juga yang naikin gaji gue ampir 2 kali sewaktu perusahaan yang lain di jaman krisis mecat2in pegawainya atau paling nggak gajinya dipotong. Berarti untung dong gue waktu itu gagal, nggak diterima di perusahaan yg ngetop tadi? Itung aja paling nggak gue untung 2 kali: tetap kerja dan gaji dinaikin.

Moral dari cerita ini? Jangan cepet putus asa waktu kita gagal meraih cita2 kita. Kata orang ngetop 'Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda' (aduh siapa yah yang ngomong ini?). Kayaknya klise, tapi percaya deh, langit biasanya cerah setelah badai selesai.

Geneva, 27 Maret 2006

Sunday, March 26, 2006

Rock on baby....

Setelah pengalaman 'buruk' mesen CD lewat toko, temen2 dan istri yang bilang kalo gue udah ditipu, nyaranin untuk download aja lagu lewat internet. Beli maksudnya, bukan download pake peer-to-peer software yang ke-legalan-nya masih di-debat-kan. Hari ini gue browsing di iPod store pake iTunes gue, eh ternyata harganya emang lebih murah yah. Kalo gue check Switzerland's store rata2 harganya 1.5chf per lagu atau 15chf per album. Kalo yg UK punya harganya 0.79£ per lagu atau 7.99£ per album. Diitung-itung harga yg di Switzerland, UK atau US ampir sama aja, paling beda dikit doang. Emang sih yg US kayaknya lebih lengkap koleksinya. Nyari albumnya juga gampang. Tiap2 musik ada klasifikasinya. Yang lucu di genre Rock ada subgenre yang namanya 'Hair Metal', gue udah ngebayangin siapa2 aja yang ada disitu. Tau Cinderella? Nah macem kayak gitulah band2 yang masuk kategori 'Hairy Metal' ini hihihi. Ciri2nya: rambutnya asoy geboy terus pake celana kulit ketat abis, cowboy boots, jaket item . Bandana optional. Ada juga subgenre lain yang namanya 'British Invasion'. Seinget gue, seumur-umur dengerin musik rock baru sekali gue denger nama ini. Mungkin maksudnya semua group rock dari UK kali yah... tapi ternyata nggak juga tuh, gue kok nggak nemuin 'Judas Priest' yah disitu. Iron Maiden juga masuk ke subgenre yg lain. Masih di British Invasion, gue liat ada Deep Purple, salah satu band yang paling mempengaruhi masa kecil gue (ciaelahhhhh). Maksudnya gue tuh seneng banget sama DP (BUKAN Dony Damara yah). Waktu temen2 SMP gue dengerin The Police, gue cuman bilang 'that's no cool, look what I got... Deep Purple...... the real sound!'. Rada norak yah. Tapi mau gimana lagi namanya juga anak SMP. Anyway, gue seneng bgt albumnya DP: 'Made in Japan'. Gila' keren buanget lagu2nya. Enak juga ternyata browsing di iPod store (sori rada iklan), banyak album2 lama yang udah nggak ada lagi di toko bisa dicoba disini. Kalo seneng baru dibeli. Udah gitu harganya juga reasonable dibanding mesen lewat toko. OK dude, salam tiga jari (apaaa lagih)