Tuesday, March 28, 2006

Motivasi kerja

Apa yang membuat anda termotivasi dalam bekerja? Gaji yang besar, mobil kantor, Fun, Recognition, Personal development atau yang lain?

Ada satu buku yang saya pinjam dari teman kantor berjudulnya 'Take control of your career' yang ditulis oleh John Lees. John Lees adalah salah satu career coach terkenal dari UK. Tulisannya sering mengisi kolom2 di The Times, The Guardian, Personnel Today dan Pathfinder.

Pada satu bab 'Understanding what motivates YOU' dia memberi contoh potongan iklan disurat kabar London pada tahun 1910 yang mencari volunteer untuk ekspedisi Shackleton ke kutub selatan:

WANTED: volunteers for hazardous journey. Small wages. Bitter cold. Long months of complete darkness. Safe return doubtful. Honour and recognition in case of success.

Ternyata dari 20 posisi yang dicari mereka menerima 10.000 aplikasi. Menurut anda apa kira2 yang memotivasi 10.000 pelamar tadi? Uang? kecil, happy-full-of-laugh trip? Nggak, Bitter cold? of course NOT! Satu hal tertulis explisit diiklan itu, 'Recognition' dan satu lagi yang implisit, menurut saya, adalah 'Goal', tujuan.

Bayangkan anda seorang yang bekerja di konsultan IT, suatu hari harus kerja sampai tengah malam karena harus meng-install komputer server untuk proyek anda. Akhirnya semua siap, beres dan anda yakin proyek bakal lancar. Besok paginya anda sudah ada dikantor lagi dan manajer datang memberi anda selamat sambil memuji skill anda. Bangga dong. Anda juga puas karena tujuan anda untuk bisa menyelesaikan pekerjaan tercapai. Termotivasikah anda? Saya rasa iya. Dalam hal ini, berapa besar uang yang perusahaan keluarkan --untuk membuat anda termotivasi? 0 rupiah.

Contoh tadi mungkin tidak sama dengan kondisi anda sebenarnya. Mungkin anda supir taksi, Investor Relation Manager, menteri atau mungkin internship. Tapi dalam banyak hal 'Recognition' dan tercapainya tujuan dapat memotivasi anda. Sering kita pikir kalau uang atau materi seperti mobil dinas adalah segalanya yang memotivasi kita untuk berprestasi. Kenyataannya banyak hal2 kecil sering terlupakan atau tidak terpikirkan sama sekali yang sebetulnya ampuh untuk memotivasi kerja kita.

6 Comments:

Blogger muhnur said...

suka juga yg namanya rekognisi..
nulis terus terus ya mas. berbagi manfaat :)

9:02 PM  
Blogger Wati said...

normally... recognition leads to a better compensation... am I right? :D

11:49 PM  
Blogger tata said...

@muhnur: ok ok gue bakal nulis terus, asal dibaca ajah. elo juga dong update blognya.


@wati: it's said that money is often a weak recognition.

12:11 AM  
Anonymous IndraPr said...

Barusan coba naro comment ke shoutbox-nya kok ada pesan DB Error yah, ndak tau masuk apa enggak. :)

Sekadar kunjungan balasan, terima kasih atas kunjungan dan link-nya. :)

6:21 PM  
Blogger Skywriter said...

That's quite insightful writing, Buddy. You're getting wiser.
Unfortunately, people in our hometown prefer to chose 'cash' on top of 'recognition'. Keep digging the well of wisdom. Love to read 'em! Say hi to Wati and Annisa.

9:31 PM  
Blogger tata said...

@skywriter: thanks for dropping by.

2:16 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home